Minggu, 11 Oktober 2015

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Pengertian Komunikasi Antar Budaya Menurut Para Ahli
Andrea L. Rich dan Dennis M. Ogawa
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antara suku bangsa, antaretnik dan ras, antarkelas sosial.
Samover dan Porter
Komunikasi antarbudaya terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya berbeda.
Chaley H. Dood
Komunikasi antarbudaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi, dan kelompok, dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta (Liliweri, 2003:10).
Joseph DeVito (1997)
Komunikasi antarbudaya mengacu pada komunikasi antara orang-orang dari kultur yang berbeda – antara orang-orang yang memiliki kepercayaan, nilai, atau cara berperilaku kultural yang berbeda

Jadi, Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan

Tujuan Komunikasi Antar Budaya adalah : 
  • Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi
  • Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya
  • Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi 
  • Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya 
  • Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi 
  • Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif 

Fungsi-Fungsi Komunikasi Antarbudaya

Fungsi Pribadi
Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komuniasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
•Menyatakan Identitas Sosial
Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu 
yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial perlikau itu dinyatakan melalui 
tindakan berbahasa baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah 
dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal-usul 
suku bangsa, agama, , maupun tingkat pendidikan seseorang.

• Menyatakan Integrasi Sosial
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antar pribadi, 
antar kelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap 
unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna 
yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus 
komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan 
komunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Dan prinsip 
utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya 
memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan 
sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat 
meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.

• Menambah Pengetahuan
Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya menambah pengetahuan 
bersama, saling mempelajari kebudayaan masing-masing.

• Melepaskan Diri atau Jalan Keluar
Kadang-kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau 
mencari jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Pilihan komunikasi 
seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang 
komplementer dan hubungan yang simetris. 

Hubungan komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang 
berbeda. Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari 
yang lain. Dalam hubungan komplementer, perbedaan di antara dua pihak 
dimaksimumkan. Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang 
saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada 
perilaku yang lainnya.

Fungsi Sosial
• Pengawasan
Funsi sosial yang pertama adalah pengawasan. Praktek komunikasi antarbudaya di antara komunikator dan komunikan yang berbada kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan "perkembangan" tentang lingkungan. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.
• Menjembatani
Dalam proses komunikasi antarbudaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Fungsi ini dijalankan pula oleh pelbagai konteks komunikasi termasuk komunikasi. 
• Sosialisasi Nilai
Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.
• Menghibur
Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antarbudaya. Misalnya menonton tarian hula-hula dan "Hawaian" di taman kota yang terletak di depan Honolulu Zaw, Honolulu hawai. Hiburan tersebut termasuk dalam kategori hiburan antarbudaya.

Sedangkan terdapat 9 (sembilan) jenis hambatan komunikasi antar budaya. Hambatan komunikasi semacam ini lebih mudah untuk dilihat karena hambatan-hambatan ini banyak yang berbentuk fisik. Hambatan-hambatan tersebut adalah (Chaney & Martin, 2004, p. 11  – 12):
Fisik (Physical)
Hambatan komunikasi semacam ini berasal dari hambatan waktu, lingkungan, kebutuhandiri, dan juga media fisik.
Budaya (Cultural)
Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda, agama, dan juga perbedaan sosial  yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya.
Persepsi (Perceptual)
 Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi yang  berbeda-beda mengenai suatu hal. Sehingga untuk mengartikan sesuatu setiap budaya  akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.
Motivasi (Motivational)
       Hambatan semacam ini berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar,  maksudnya adalah apakah       pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan  tersebut atau apakah pendengar tersebut sedang malas dan tidak punya motivasi  sehingga dapat menjadi hambatan komunikasi.
Pengalaman (Experiantial)
Experiental adalah jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak  memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga setiap individu mempunyai persepsi  dan juga konsep yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu.
Emosi (Emotional)
Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila  emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin  besar dan sulit untuk dilalui.
Bahasa (Linguistic)
       Hambatan komunikasi yang berikut ini terjadi apabila pengirim pesan (sender)dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata- kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan.
Nonverbal
Hambatan nonverbal adalah hambatan komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi.
Kompetisi (Competition)
Hambatan semacam ini muncul apabila penerima pesan sedang melakukan  kegiatan lain sambil mendengarkan.






 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar